“Setiap upaya untuk mengadopsi pengaturan baru atau terpisah dibandingkan dengan apa yang sedang dilakukan oleh Republik Islam Iran hanya akan menyebabkan situasi yang lebih rumit, menunda pembukaan kembali Selat Hormuz, serta meningkatkan ketegangan,” ujar Araghchi.
Dalam nota kesepahaman yang telah dipublikasikan, Iran menyatakan pengelolaan Selat Hormuz ke depan akan dibahas melalui dialog bersama Oman dan negara-negara Teluk lainnya dengan tetap mengacu pada hukum internasional.
Meski demikian, Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) menegaskan telah mengambil langkah tegas untuk mengendalikan lalu lintas di Selat Hormuz. Kapal-kapal yang melanggar aturan pelayaran disebut akan menghadapi tindakan yang lebih keras dibandingkan sebelumnya.
Pernyataan serupa disampaikan penasihat Pemimpin Tertinggi Iran, Mohammad Mokhber. Melalui media sosial X, ia menegaskan penguasaan Selat Hormuz menjadi bagian penting dari strategi Iran menghadapi pengaruh Barat di kawasan.
“Selama Iran mengelola selat tersebut, mimpi hegemoni Washington di kawasan ini tidak akan terwujud,” tulis Mokhber.






