Kementan Percepat Pertanian Modern PM-AAS, Pendapatan Petani Bisa Naik Tiga Kali Lipat

“Metode PM-AAS ini sudah kita uji coba di 1.600 hektare. Produksinya ada yang 10 ton, bahkan mencapai 12 ton. Minimal 9 ton per hektare. Sekarang kita dorong diterapkan di daerah-daerah irigasi agar produktivitas meningkat signifikan,” katanya.

Ia menjelaskan, apabila produktivitas nasional meningkat tiga ton per hektare pada satu juta hektare lahan sawah beririgasi dengan indeks pertanaman tiga kali setahun, maka tambahan produksi beras nasional diperkirakan dapat mencapai sekitar 5 juta ton.

“Kalau satu juta hektare kita tanami dengan metode ini dan ditanam tiga kali setahun di daerah irigasi, peningkatan produksinya bisa sangat besar. Inilah yang sedang kita kejar,” ujar Amran.

Selain meningkatkan produksi, Kementan menilai PM-AAS mampu memperbaiki kondisi ekonomi petani secara nyata.

Berdasarkan analisis usaha tani, sistem budidaya konvensional membutuhkan biaya produksi sekitar Rp13 juta per hektare dengan hasil rata-rata 5,2 ton gabah. Dari kondisi tersebut, petani memperoleh keuntungan sekitar Rp20,79 juta per musim tanam, atau setara pendapatan sekitar Rp5,19 juta per bulan.

Pos terkait