Kementan Percepat Pertanian Modern PM-AAS, Pendapatan Petani Bisa Naik Tiga Kali Lipat

Selain meningkatkan hasil panen, metode PM-AAS juga dinilai lebih efisien karena menggunakan sistem direct seeding atau tanam langsung tanpa melalui proses persemaian dan pencabutan bibit.

“Kita juga menghemat tenaga kerja. Dulu harus semai, cabut, lalu tanam lagi. Sekarang langsung direct seeding sehingga jauh lebih efisien,” ujar Amran.

Pada tahap awal, implementasi PM-AAS akan diprioritaskan di sekitar 4,9 juta hektare lahan sawah beririgasi yang memiliki potensi produktivitas tinggi.

Amran menambahkan, apabila sistem ini diterapkan secara luas, Indonesia tidak hanya mampu mempertahankan swasembada beras secara berkelanjutan, tetapi juga memiliki peluang mengembangkan komoditas strategis lain seperti kedelai, bawang putih, dan cabai setelah musim panen padi.

Ke depan, Kementan juga akan memperluas pemanfaatan teknologi modern, termasuk penggunaan drone untuk penanaman hingga pengangkutan hasil panen di wilayah yang memiliki keterbatasan akses.

Pos terkait