Pihaknya juga Pandemi COVID-19 pada 2020 menjadi periode terberat bagi perekonomian Kepulauan Riau. Hampir seluruh kabupaten dan kota mengalami kontraksi akibat melambatnya aktivitas industri, perdagangan, pariwisata, hingga investasi.
Kabupaten Karimun mencatat kontraksi terdalam setelah Kepulauan Anambas, yakni minus 10,54 persen. Lingga turun 9,17 persen, Natuna minus 7,26 persen, Bintan minus 3,11 persen, sedangkan Kepulauan Anambas mengalami kontraksi paling tajam hingga minus 16,88 persen.
Memasuki 2021, pemulihan mulai terlihat meski belum merata. Karimun tumbuh 1,52 persen dan Lingga 1,42 persen, sementara sejumlah daerah seperti Natuna, Bintan, dan Anambas masih mencatat pertumbuhan negatif.
Momentum kebangkitan mulai menguat pada 2022 ketika hampir seluruh daerah kembali memasuki zona positif. Bintan mencatat pertumbuhan 6,10 persen, Batam 5,03 persen, Karimun 3,24 persen, Tanjungpinang 2,92 persen, dan Lingga 2,69 persen. Hanya Natuna yang masih mengalami kontraksi tipis.
Tren tersebut berlanjut pada 2023 dengan pertumbuhan yang semakin merata. Bintan menjadi daerah dengan pertumbuhan tertinggi sebesar 8,32 persen, diikuti Batam 7,04 persen dan Karimun 5,50 persen. Natuna akhirnya kembali tumbuh positif, sementara Anambas juga mulai bangkit.





