BATAMKOTA.COM, JAKARTA – Lembaga pemeringkat internasional S&P Global Ratings memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia akan tetap berada di kisaran 5 persen per tahun dalam beberapa tahun ke depan. Meski demikian, lembaga tersebut mengingatkan bahwa ketidakpastian implementasi kebijakan pemerintah masih menjadi salah satu faktor yang dapat memengaruhi kepercayaan investor dan prospek pertumbuhan ekonomi nasional.
Dalam laporan terbarunya, S&P memperkirakan produk domestik bruto (PDB) riil Indonesia akan tumbuh 5,1 persen pada 2026. Sementara itu, sepanjang periode 2027 hingga 2029, pertumbuhan ekonomi diproyeksikan rata-rata berada di level 4,9 persen per tahun.
S&P menilai prospek pertumbuhan ekonomi Indonesia masih didukung oleh belanja fiskal pemerintah serta kebijakan hilirisasi sumber daya alam yang dinilai mampu meningkatkan penerimaan negara sekaligus mendorong nilai ekspor.
Selain itu, pengawasan yang lebih ketat terhadap sektor mineral dan sumber daya alam diyakini dapat memperkuat pendapatan pemerintah dalam jangka menengah.
Namun demikian, S&P mengingatkan bahwa perubahan kebijakan yang berlangsung cepat serta ketidakpastian dalam implementasinya berpotensi mengganggu sentimen investor. Kondisi tersebut dinilai dapat memberikan tekanan terhadap nilai tukar rupiah maupun pasar keuangan domestik.






